Rasulullah Melarang Meniup Makanan, ini fakta medisnya

Posted on

Dalam satu hadist, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas, HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth.

Tidak ada yang mengetahui secara persis penyebab Rasul melarang hal tersebut kepada umat, namun sebagaimana larangan dan anjuran Rasul yang lain, pastilah ada manfaat untuk yang mengikutinya.

Soal larangan meniup makanan itu contohnya, baru di abad sekarang diketahui bahanya meniup makanan atau minuman, meski larangan itu sudah disampaikan Rasul pada abad ke 6 masehi.

Meniup makanan atau minuman panas akan menjadi penyebab tersebarnya mikroorganisme, virus dan bakteri. Salah satu jalan bagi mikroorganisme, virus atau bakteri untuk menyebar dan masuk pada tubuh manusia adalah melalui pernafasan.

Virus berbahaya seperti TBC yang terkadang tak disadari oleh seseorang pengidapnya, akan dengan mudah menular melalui pernafasan. Jika penderita meniup makanan atau minuman, maka Virus tersebut dapat menempel dan masuk kedalam makananyang kita makan.

Terkena dampak berBahaya Asam Karbonat. Asam karbonat atau H2C03 adalah senyawa kimia yang sebenarnya sudah ada didalam tubuh kita dimana berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah.

Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah maka akan semakin asam darah. Pada kondisi normal darah memiliki batasan kadar keasaman atau Ph yakni 7,35 sampai 7,45.

Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari ph normal maka tubuh dapat berada dalam kondisi asidosis. Kondisi asidosis sendiri cukup berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantung. Biasanya ditandai dengan napas menjadi lebih cepat, sesak, juga pusing kepala.

Halaman=> 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *