Ayah, Lihatlah! Gadis Kecilmu Ini Sudah Beranjak Dewasa

Posted on

Masih teringat jelas percakapan kita di sore itu. Engkau bercerita tentang banyak hal yang kualami ketika masa kecilku dan bagaimana berartinya engkau untukku kala itu. Dengan penuh semangat engkau bercerita bahwa aku adalah anak gadismu yang manja, yang tanpamu malam-malamku tidak akan nyaman jika tidak tidur di atas perutmu, atau jika aku terbangun di tengah malam, adalah engkau yang merangkulku dan meninabobokkanku sampai terlelap.

Photo Credits: hipwee.com
Photo Credits: hipwee.com

Yah, aku sungguh tak ingat momen itu. Tetapi terima kasih bahwa engkau mengingatnya. Terima kasih, karena kenangan bersamaku masih ada di memorimu.

Keriput-keriput di wajahmu seolah menjelaskan bahwa sudah begitu lama engkau bersamaku, menemani segala pencapaianku, dan menghidupiku dengan cinta-cinta luar biasa darimu. Terkadang engkau tergelak, kemudian tersenyum mengenang segala cerita masa lampau.

Aku mendengarkanmu dengan seksama, memastikan bahwa hatiku masih dipenuhi rasa cinta yang sama dengan aku di masa lalu. Ayah, tahukah engkau? Memandang wajahmu membuatku penuh syukur karena aku terlahir sebagai anak gadismu. Yah, aku bangga memilikimu. Aku begitu senang mendengar engkau bercerita tentang masa kecilku, tentang bagaimana aku pernah menjadi gadis kecilmu yang lugu.

Terima kasih, Yah, setidaknya aku memiliki alasan untuk terus berproses dalam studiku. Senyummu di senja itu, Yah, yang membuat semangatku menggebu menuntaskan masa studiku. 

Saat aku pulang setelah berbulan-bulan disibukkan dengan segala kegiatan di perkuliahan, engkau adalah lelaki pertama yang menyambutku dengan senyuman, yang menanyakan apakah aku sudah makan. Yah, perhatian-perhatian kecil seperti itu yang membuatku rindu untuk pulang.

Engkau adalah lelaki pertama yang ingin kutemui saat kujejakkan kakiku di tanah kelahiran. Saat kucium punggung tanganmu, wajahmu terlihat lelah, Yah, lengkap dengan segala putih yang mendominasi rambut hitammu yang jarang. Yah, apakah hidup semakin keras menempamu setiap harinya?

Photo Credits: hipwee.com
Photo Credits: hipwee.com

Sedang aku tidak tahu apapun karena harus kutuntaskan segala perjuangan di kota orang? Yah, maaf jika anak gadismu ini tidak tahu apapun. Namun percayalah, selalu ada doa yang kuselipkan di setiap sujudku; menguntai setiap pinta pada Tuhan atas keberhasilanmu, kepanjang-umuranmu, dan kesehatan serta kebaikanmu.

Masih kuingat tentang pagi yang mengintip di balik tirai sedangkan aku masih terlelap mengurai mimpi; bermalas-malasan karena kesibukan di perantauan membuatku lelah. Engkau mengetuk pintu dan membangunkanku yang masih berselimut dan memeluk guling.

Halaman=> 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *