google.com

Kamu Pernah Diberi Harapan Palsu oleh Seseorang? Yuk Baca Kisah Nyata Ini dan Kita Ambil Pelajarannya Bersama

Posted on

Tapi. Andrew tak menyesal telah mengenal Gladys. Baginya, kejadian dan kisah ini mendewasakannya. Memberikan pelajaran lain tentang kehidupan. Seperti:

1) Always guard your heart. Meskipun Andrew merasa bahwa ia telah mendapatkan chemistry yang tepat dengan Gladys, tetap tidak ada jaminan bahwa rasa Gladys sejalan dengan apa yang dirasakannya. Mungkin Andrew telah terbawa suasana euforia cinta yang membuatnya lupa bahwa ia harus tetap menjaga hatinya sendiri.

2) Setiap orang memilikki ekspektasi yang berbeda-beda. Mungkin Andrew di satu sisi telah yakin betul dengan Gladys dan ia bersedia untuk berkomitmen, namun di lain sisi Gladys belum tentu juga berpikir demikian. Bisa jadi perasaan Gladys hanya sampai pada tahap tertarik padanya. Namun, ketika diminta berkomitmen, ia merasa belum siap.

3) Menjadi orang baik dan caring tidak serta merta membuat orang dapat mencintai kita balik. Kadang kala kita merasa telah menjadi orang yang paling baik dan caring bagi seseorang. Kita berharap bahwa orang itu dapat mencintai kita juga. Cinta memang unik. Kita dapat mencintai seseorang tanpa orang itu memberi apa-apa pada kita. Namun sebaliknya, sekalipun kita memberikan dunia baginya, tidak ada jaminan bahwa seseorang itu akan serta merta mencintai kita juga.

ummi-online.com
ummi-online.com

Namun, di lain sisi, dirasakan oleh Edi bahwa Gladys sebenarnya adalah orang yang baik. Namun setelah ia curhat ke Edi mengenai Andrew, Edi merasa Gladys juga memilikki masalah dengan hal mengambil keputusan. Gladys yang lebih muda 2 tahun dari Andrew terkadang masih labil dan bingung untuk menentukan arah hidup. Mungkin Gladys pun bisa belajar hal-hal berikut:

1) Belajar untuk mengambil keputusan. Cinta memang diawali dengan perasaan suka. Namun untuk berkomitmen dalam menjalin hubungan dengan seseorang, dibutuhkan sebuah keputusan dan membuat keputusan diperlukan kedewasaan dalam cara berpikir. Di tahap ini, Andrew lebih yakin dengan objektifitas hubungannya dengan Gladys, sedangkan Gladys tidak.

2) Jangan mempermainkan hati orang lain. Edi merasakan bahwa Gladys sepatutnya tidak memainkan hati Andrew. Terkadang Gladys merasa ingin diperhatikan oleh Andrew. Namun ketika Andrew memberikannya, Gladys malah ingin menarik diri. Andrew pun dibuatnya bingung dan merasa diberi harapan palsu. Kalau memang Gladys tidak siap untuk berkomitmen dengan Andrew, sepatutnya Gladys berkata yang sesungguhnya saja walaupun kedengarannya pahit. Akan tetapi lebih baik pahit di awal.

Bagaimana menurutmu dari cerita Andrew dan Gladys? Benarkah Gladys yang memberi harapan palsu pada Andrew? Atau Andrew yang terlalu percaya diri?