Dipenjara 15 Tahun, Istrinya Gak Pernah Berkunjung, Siapa Sangka Waktu Keluar, “Pemandangan Rumahnya” Membuat Dia Tak Sanggup Berkata-kata!

Posted on

Remaja tadi mengangguk, baru saja ia mau mengatakan sesuatu, tiba-tiba pintu rumah dibuka, seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah, usianya kurang lebih 40 tahun. Melihat remaja tadi, dia melambaikan tangan, 「Nak, itu siapa? Mama udah bilang berapa kali jangan banyak ngomong sama orang asing..」

Deni langsung mengenali suaranya, dia berputar, ternyata istrinya berdiri di sana. Istri Deni, Lani sudah tidak muda seperti dulu, bahkan dari wajahnya dia kelihatan kusam dan kelelahan, rambutnya bahkan sudah beruban. Deni tidak bisa menahan dirinya, dia langsung berteriak…

Lani memandang Deni sekian lama, baru melangkah keluar dan menggenggam tangannya. Tanpa sepatah katapun, ia menangis, remaja laki-laki tadi sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.

Di sanalah Deni bertemu dengan istrinya, bahkan baru tahu kalau anak remaja itu adalah putranya. Ibu deni terbaring di atas ranjang, sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Hidup ibunya kini bergantung pada istri Deni, Lani. Lani yang merawat anak dan ibunya selama ini, sedangkan ayah Deni meninggal dunia tidak lama setelah Deni masuk penjara karena kecelakaan.

Ternyata, 15 tahun ini, banyak sekali kejadian yang tidak ia ketahui. Ibunya pingsan waktu tahu Deni masuk penjara, dia koma dan tidak bisa sadar lagi, kini dia menjadi manusia yang tak bisa sadarkan diri. Demi merawat sang ibu, Lani menjual rumah mereka dan kembali ke desa. Sambil merawat ibu mertua, Lani yang sedang hamil besar juga harus bekerja.

Setelah Deni masuk penjara, Lani baru mengetahui kehamilannya. Siapa sangka tidak lama kemudian ayah mertuanya meninggal, sedangkan ibu mertuanya masih dirawat di rumah sakit. Dia tidak punya waktu untuk menjenguk Deni. dia sibuk merawat ibu mertuanya sampai pindah ke desa. 15 tahun berlalu, Lani bahkan suka merasa bersalah karena tidak pernah menjenguk Deni.

Sejak saat itulah, setiap harinya, Deni selalu bekerja keras demi istri, ibu dan putranya. Kini seberapa lelah pun, dia merasa amat bahagia, dia memiliki seorang istri luar biasa yang mengorbankan masa mudanya demi keluarganya.

Anaknya hanya melihat dari samping, bahkan tak sanggup memanggilnya papa, namun Deni tidak patah semangat, ia selalu membina hubungan secara perlahan dengan putranya.

Baca Juga: Di Vonis 20 Tahun Penjara Terlihat Jessica Kumala Wongso Lagi Minum Teh Manis di Luar Dengan Temannya

3 tahun kemudian, Deni berhasil membeli sebuah rumah yang lebih layak bagi ibu dan istrinya, dia juga berhasil menyentuh hati anaknya dengan segala perbuatannya. Saat itulah pertama kalinya putranya memanggilnya papa, itu merupakan hadiah yang sangat besar bagi Deni. Deni merasa hidupnya sekarang sangatlah bahagia, segala yang ia dapatkan sekarang, itu adalah pengorbanan sang istri.

Sumber: cerpen.co.id

Halaman=> 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *