Photo Credits: cerpen.co.id

Ibu Ini Mencurahkan Isi Hatinya Melalui Sebuah “Surat”, Setelah Membacanya, Sang Putri Langsung Menangis dan Menyesal!!

Posted on

Sosok ibu adalah sosok yang paling berharga dalam hidup kita. Mereka rela melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya tanpa mengharap balas dari anaknya. Tapi kita sebagai anak jangan sampai melupakan ibu yang telah melahirkan kita dan membesarkan kita. Sesibuk apapun kita dengan pekerjaan kita, luangkanlah sedikit waktu kita untuk sekedar tanya bagaimana keadaan ibu hari ini. Dengan begitu ibu sudah sangat bahagia, yang dia butuhkan hanyalah kasih sayang lita sebagai anaknya.

Hidup ini berputar seperti roda. Mungkin saat ini, kita masih menjadi anak yang selalu diurusi dan dijaga oleh orangtua, namun beberapa tahun setelah ini, saat orangtua kita sudah memasuki usia senja, peran “si penjaga” ini akan berbalik pada kita sendiri… Ya, kitalah yang harus mengurus dan menjaga orangtua kita ketika mereka sudah beranjak tua… Orangtua yang sudah berumur semakin lama akan semakin membutuhkan bantuan kita. Usia yang tua juga akan membuat tubuh mereka semakin rentan pada penyakit, sehingga kita sebagai anak harus memberikan kasih sayang yang lebih.

Namun, hidup di tengah zaman yang penuh kesibukan ini, sering kali membuat kita melupakan apa yang telah orangtua berikan pada kita. Sebenarnya saya sadar bahwa saya tidak selalu ada ketika ibu saya membutuhkan saya…

Ketika saya membaca surat ini, saya langsung terpikir tentang ibu saya dan air mata saya pun sudah tidak tertahankan lagi. Sama seperti ibu yang telah menuliskan surat ini, ibu saya sendiri juga selalu berasa di sisi saya, kapan pun, dimana pun dan dalam kondisi apapun…

Photo Credits: cerpen.co.id
Photo Credits: cerpen.co.id

Surat ini adalah surat yang seharusnya dibaca oleh semua orang, terutama oleh anak- anak yang orangtuanya sudah mulai beranjak tua. Silakan baca suratnya dibawah ini dan jangan lupa untuk membagikannya kepada teman- teman dan kerabatmu.

“Putriku yang tercinta, disaat kamu melihat saya semakin beranjak tua, saya hanya memintamu untuk bersabar, dan yang paling penting, cobalah untuk mengerti apa yang saya rasakan. Kalau saya mengulang- ngulang hal yang sama ketika berbicara padamu, jangan membalas dengan ‘Ibu sudah mengatakan hal yang sama satu menit yang lalu.’ Tapi cobalah untuk maklum dan mendengar…

Teringat dulu, saat kamu masih kecil, saya juga selalu membacakan cerita yang sama setiap malam sampai kamu terlelap. Ketika saya tidak ingin mandi, janganlah  marah dan mempermalukan saya. Apa kamu ingat saya selalu mengejarmu dan berusaha mengajakmu mandi meskipun kamu selalu beralasan ketika kamu masih kecil dulu? Ketika kamu melihat saya sangat bodoh dan lamban terhadap teknologi baru, berikanlah saya waktu untuk mempelajarinya, jangan menatap saya dengan pandangan remeh dan kesal. Ingatlah, nak, dulu saya juga dengan sabar mengajarimu untuk makan dengan benar, berdandan, menyisir rambut, dan membimbingmu menjalani hidup yang baik setiap hari…

Photo Credits: cerpen.co.id
Photo Credits: cerpen.co.id

Disaat kamu melihat saya semakin beranjak tua, saya hanya memintamu untuk bersabar, dan yang paling penting, cobalah untuk mengerti apa yang saya rasakan. Ketika saya tiba- tiba lupa tentang sesuatu, berikanlah saya waktu untuk mengingatnya kembali, dan bila saya tidak mampu, janganlah kamu jadi kesal, tidak sabar, atau sombong. Ketahuilah dalam hatimu, bahwa apa yang saya mau hanya bisa berada disisimu. Dan ketika saya sudah tua dan lelah, janganlah memaksa saya untuk berjalan cepat seperti dulu, berikanlah tanganmu sama seperti waktu dulu saya menopangmu untuk belajar berjalan. Ketika hari- hari itu sudah datang, jangan bersedih.. Saya hanya ingin kamu berada di sisi saya, dan mengerti keadaan saya di saat umur ini sudah semakin dekat pada akhir kehidupan. Saya akan sangat senang dan berterima kasih atas segala waktu dan kebahagiaan yang kita jalani bersama. Dengan senyum dan pelukan terhangat, saya hanya ingin mengatakan, saya menyayangimu, nak, putriku yang tercinta…”

Baca Juga: Sekarang, yang Penting Ibu Bahagia. Kebahagiaan Saya, Nanti Pasti Ada Waktunya

Jika kamu juga terharu dan tersentuh setelah membaca surat ini, mari bagikan surat ini sebagai penghormatan untuk para orangtua di seluruh dunia!

Sumber: cerpen.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *