Photo Credits: amazonaws.com

Mumpung Masih Muda

Posted on

Banyak yang mengatakan, “Mumpung masih muda masih gampang recovery-nya, langkahkan kaki sejauh kamu bisa melangkah”

Photo Credits: liputan6.com
Photo Credits: liputan6.com

Saya sempat terhipnotis kalimat dan di atas dan menelannya mentah-mentah. Serta penganut aliran “sleep is for the weak”, “ngapain tidur?” , “Einstein slept for 3 hours a year, and see what he did” — Tony Stark, Iron Man 3. Setidaknya hingga tulisan ini ditulis, It’s cool right? Till it’s not cool anymore.

Ada yang salah ketika kamu menjadi seorang yang workaholic dan tidur menjadi sesuatu yang “haram” karena kamu sedang mengejar asa impian dan selagi masih muda adalah sebuah alasan.

Ketika saya asik memiliki ‘mainan’ baru seperti Indit.co. Saya menghabiskan waktu disana, seharusnya mungkin menerima dua- saya menerima lima bahkan sepuluh, jauh melebihi apa yang saya mampu. Tapi lagi-lagi, “masih muda dan mumpung masih banyak waktu dan tenaga” berteriak-teriak dalam sanubari saya. Obsesi ini itu ketika masih muda itu hal yang akan membunuh perlahan bila tidak dikendalikan dengan baik.

Membebani tubuh dengan berbagai kegiatan guna-tak-guna (jujur saja sih masih banyak kegiatan gak guna yang suka dilakuin), membuat kini saya sedikit menyesal untuk menyadari nikmatnya bangun pagi karena slogan kebanggaan saya, sleep is for the weak. Saya sering terlelap ketika adzan Subuh dan terbangun jam 07:00 dikarenakan harus kuliah.

Segar? Tentu saja tidak, yang ada saya justru saya sering kehilangan fokus. Alih-alih bekerja produktif saya justru sering jatuh sakit, sedikit-sedikit istirahat, gagal mengerjakan pekerjaan sesuai dengan to-do-list saya. Harusnya saya bisa mengerjakan satu design website seharian dengan konsenstrasi penuh, sekarang jangankan empat jam- tiga jam saja saya sering kehilangan konsentrasi dan sudah bermain-main yang lain.

Halaman=> 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *