Photo Credits: bp.blogspot.com

Kakekku, Sang Jawara Hati di Lahan Pribumi

Posted on

Nenekku bilang, kakek adalah sosok pahlawan keluarga,tetangga dan juga wanita. Ya itu terjadi ketika jaman dulu, di jaman dimana kakek dan nenekku sama sama masih berusia muda dan berjuang bersama untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan. Jika tidak ada salah adalah pada masa penjajahan belanda. Dan pastinya aku belum ada ketika itu.

Photo Credits: bp.blogspot.com
Photo Credits: bp.blogspot.com

Walaupun nyata-nyatanya perjuangan saat itu tidak hanya tentang berjuang untuk terbebas dari penjajajah. Ada perjuangan perjuangan lain yang memang menjadi bagian dari perjalanan kakekku yang tak takut mati saat berjuang. Tapi tentu ,kisah ini akan aku mulai dari cerita paling awal.

1. Terlahir dengan luasnya Lahan dan ilmu kebal

Photo Credits: http://gambargambar.co
Photo Credits: http://gambargambar.co

Kakek memang terlahir dengan memiliki luas lahan yang membentang. Namun di masa penjajahan,banyak dari para petani lokal yang dipaksa untuk menyerahkan lahan kepada kolonial melalui dedengkot dedengkot pribuminya. Tentu, sebagai pemilik lahan. Kakek tak maulah menyerahkan lahan dengan cuma-cuma dan begitu saja diserahkan kepada penjajah. Naah, dengan badan tegap besar dengan ilmu kebal, kakek terpaksa harus mempertahankan lahan turun temurunnya dengan adu kejantanan.

Ya, seperti taruhan gitulah. Yang menang, menjadi pemilik lahan, dan yang kalah, ya pasrah dengan keadaaan.

Dalam taruan tersebut,ya kakekku bisa mempertahankan lahan kelahirannya dengan kekuatan dan ilmu kebal yang dimiliki agar tak dirampas oleh penjajah.

Halaman=> 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *