6 Kisah Anak-anak Jokowi Ini Jadi Bukti Tak Manfaatkan Jabatan Bapaknya, Mulai Kasur Sampai Pesawat

Posted on

Rekaman Vlog #BapakMintaProyek bikinan Kaesang Pangareb yang berisi sindiran buat anak-anak pejabat yang memanfaatkan aji mumpung jabatan bapaknya hingga masih terus menuai perhatian.

Kaesang seolah tak hanya menyindir, tapi juga mengajak anak-anak pejabat lain agar tak bermain proyek dengan mengandalkan kekuasaan orangtuanya di pemerintahan.

Cerita tentang Kaesang tak mau memanfaatkan jabatan ayahnya, Presiden Joko Widodo, sebenarnya bukan yang pertama.

3 anak presiden Jokowi lainnya sudah pernah membuat heboh dan menyita perhatian karena kisah-kisah kesederhanaan mereka yang layak dicontoh anak-anak pejabat Indonesia lainnya.

Berikut ini TribunStyle.com rangkum kisah-kisah tersebut sebelumnya:

Gibran Si Anak Sulung Tolak Proyek Catering Pemkot Solo

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka (28), terbilang unik.

Selain tak banyak mengumbar senyum, Gibran selalu menghindar dari sorot kamera.

Setiap diwawancarai media, Gibran juga hanya mau membicarakan bisnisnya.

Dia sama sekali menjauhi dunia politik yang kini tengah digeluti sang ayah.

Bagi pria kelahiran Solo, 1 Oktober 1987 itu, bisnis dan politik tidak bisa disatukan.

Sikap dingin Gibran itu bukan tanpa alasan. Sebab, sebagai anak Presiden, Gibran tidak ingin memanfaatkan posisi dan wewenang bapaknya. Sejak Jokowi menjadi Wali Kota Solo, dia ingin mandiri dalam berbisnis.

“Bisnis dan politik jangan dicampur. Saya ingin bapak tetap bisa jalan, saya juga begitu,” kata Gibran saat hadir dalam program Mata Najwa di Metro TV yang tayang pada Rabu (24/2/2016), dan kemudian dikutip Kompas.com.

Merintis bisnis sejak tahun 2010, Gibran sudah memiliki dua usaha di bidang kuliner, yakni bisnis katering dengan label “Chilli Pari” dan bisnis martabak dengan label “Markobar”.

Gibran menuruni minat wirausaha dari Jokowi yang dulunya adalah pengusaha mebel. Namun, Gibran lebih menggeluti dunia kuliner karena dia melihat ada peluang lebih yang bisa diberikannya.

“Pikirannya waktu itu bapak punya Gedung Graha Saba, sudah belasan tahun berdiri, tetapi enggak punya katering. Punya gedung, tetapi enggak punya katering itu salah kaprah. Jadi, begitu saya pulang, saya bikin katering, simpel,” ucap dia.

Saat memulai bisnisnya bersama Chilli Pari, Gibran mengaku kerap didatangi pegawai-pegawai negeri sipil yang hendak mendekati bapaknya.

“Banyak orang datang, PNS, bilang begini ke saya, ‘Mas, gampang kalau Chilli Pari berdiri, masukin ke Pemkot Solo, semua orderan akan masuk’,” cerita Gibran.

Mendapat tawaran itu, Gibran bukannya tergiur. Dia langsung memerintahkan bagian marketing untuk menolak semua pesanan dari Pemkot Solo.

Banyak yang heran dengan sikap yang diambil Gibran itu. Namun, Gibran tak peduli karena pada kenyataannya Chilli Pari masih tetap eksis sampai sekarang.

Saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo, bapaknya itu memang berpesan kepada Gibran. Namun, sebagai anak, dia pun tahu diri untuk tidak mengganggu urusan ayahnya dengan bisnis yang dia lakukan.

“Masih banyak pasar yang lain di luar Pemkot itu. Saya jualan makanan, jualan taste, bukan jualan Gibran anaknya Jokowi. Mereka pesan karena pelayanan dan rasanya,” kata Gibran.

Anak presiden sebenarnya punya hak dikawal Pasukan Pengamanan Presiden.

Namun Gibran Rakabuming, si anak sulung, menolak kawalan istimewa.

Alkisah, Putra sulung Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakarumbing Raka, mengunjungi Manado untuk melihat perkembangan bisnis martabak Markobar miliknya, Sabtu (10/12/2016).

Menariknya, bukannya memilih pesawat dengan kursi kelas satu, Gibran mengaku hanya naik pesawat Lion Air kelas ekonomi.

Bukan cuma itu saja. Selama berada di Manado Gibran lebih memilih naik mobil rental.

Mobil rental yang disewa Gibran adalah jenis Toyota Avansa bernomor polisi DB 1157 MJ berwarna merah tua.

Mobil itu juga yang ia gunakan ketika ia dan rombongan manajemen Makobar berkunjung ke Kantor Surat Kabar Harian Tribun Manado.

 

Hal itupun sempat memunculkan pertanyaan iseng Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Ribut Raharjo.

Ribut menanyakan kenapa ia tidak memilih mobil mewah, semisal Alphard?

Gibran pun tertawa kecil menerima pertanyaan tersebut.

“Naik Alphard apanya, orang ke Manado aja naik Lion Air,” ucap Gibran yang diikuti oleh tawa oleh rekan-rekan lainnya.

Menurutnya semua mobil itu sama saja.

“Saya selalu memakai apa yang disiapkan, entah itu mobil rental atau apapun terpenting bisa sampai tujuan dulu,” katanya.

Gaya hidup dan prinsip yang dijalani Gibran ini memang cukup kontras bila dibandingkan dengan anak pejabat terlebih presiden pada umumnya, yang identik dengan fasilitas vvip.

Pria yang dikenal irit bicara ini lebih suka kesana-kesini tanpa dikawal Paspampres.

“Tak usalah. Tak perlu juga kan.”

Halaman=> 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *