Kisah Warga Guadix: Ratusan Tahun Tinggal di ‘Rumah Hobbit’

Posted on

Berlokasi di bagian selatan negara Spanyol, tepatnya di Provinsi Granada, Kota Guadix, mempunyai cerita yang menarik. Penduduk nya tinggal di goa selama ratusan tahun, rumah tinggal itu dikenal sebagai trogloditas.

“Setibanya saya di stasiun bus, Guadix terlihat seperti kota kecil Andalusia lainnya, dengan rumah-rumah bercat putih nan menawan, serta bayang-bayang plaza. Tapi ketika mendaki bukit, lanskap aneh layaknya hunian di Mars menyambut saya,” tulis wartawan BBC, Esme Fox, dalam laporannya seperti dikutip pada Rabu (17/8/2016).

Dibingkai oleh Pegunungan Sierra Nevada, bukit-bukit terjal berwarna cokelat muda menghampar luas. Tak ada yang menyangka bahwa di bawah perbukitan itulah warga Guadix tinggal, hunian mereka disebut layaknya rumah Hobbit.

Jose, berpose di depan rumah gua yang telah dihuni secara turun temurun (BBC)
“Apakah Anda ingin melihat ke bagian dalam salah satu gua?,” tanya seorang pria bernama Jose kepada Fox.

Wartawan itu pernah mendengar cerita bahwa penduduk di wilayah ini ramah dan menyambut tamu dengan baik. Namun ia tak menyangka akan secepat ini diajak masuk.

“Banyak orang berpikir bahwa gua-gua ini basah, kotor, dan gelap. Tapi seperti yang Anda lihat, situasi seperti itu tak terjadi sama sekali di Guadix,” kata Jose.

Dengan bangga pria tua itu membawa Jose berkeliling ke tempat tinggalnya yang unik. Ia “memamerkan” sejumlah ruangan dan berbagai barang.

Fox menggambarkan dapur di rumah Jose berdesain modern namun khas pedesaan, di mana paprika merah kering, bawang putih, dan bawang merah menggantung dari langit-langit dan dinding. Sementara ruang makannya, dihiasi meja kayu panjang.

“Ayo, masuk,” ajak Jose kepada Fox ke kamar tidurnya di mana terdapat sebuah ranjang besar bernuansa emas, lukisan dengan simbol keagamaan, dan gaun flamenco berenda merah tergantung di salah satu sudut ruangan.

“Gaun ini milik keluarga saya. Flamenco merupakan bagian penting dari kebudayaan di sini, seperti halnya di kawasan Andalusia lainnya,” jelasnya.

Selain hunian, ada juga gereja yang terdapat di bawah tanah (BBC)
Secara umum, Fox menyebut rumah gua itu terlihat nyaman. Namun ia tak bisa membayangkan bagaimana rasanya hidup di sana.

“Saya menyukainya. Dan tidak pernah berpikir untuk hidup dengan cara lain, keluarga saya telah tinggal disini selama beberapa generasi. Saya tidak bisa membayangkan pindah ke rumah biasa,” kata Jose.

“Ketika musim panas maka suhu panasnya akan sangat menyengat dan di rumah ini kita terlindungi. Gua bertindak seperti pendingin alami. Tinggal di bawah tanah juga menjaga kita relatif hangat selama musim dingin,” jelas pria itu.

Jose meyakini bahwa gua yang dihuninya berusia 500 tahun. Namun tentu saja seiring dengan perkembangan zaman, tempat itu telah direnovasi dan ditambahkan sejumlah perabotan dan peralatan modern.

Fox pun diajak duduk di teras yang terletak di atas rumahnya. Dari sini, ia dapat menikmati pemandangan Guadix yang luar biasa indah.

“Kebanyakan teman saya tinggal di gua dan banyak bangunan publik yang juga ada di gua, termasuk gereja yang di sana,” jelas Jose sambil menunjuk ke sebuah cerobong asap putih yang menyembul di antara bukit-bukit.

Selain itu Jose pun menunjukkan Cave Interpretation Centre di mana orang-orang bisa mendapat informasi lebih banyak terkait sejarah asal usul Guadix.

“Itu dibangun oleh bangsa Moor, ketika mereka memerintah kota ini sekitar 1.000 tahun lalu,” ungkap Jose merujuk pada sebuah kastil bergaya Arab.

Melalui Cave Interpretation Center, Fox mendapat informasi bahwa Guadix merupakan salah satu pemukiman tertua di Eropa –dihitung sejak Zaman Batu. Bagian utama kota, didirikan oleh Roma untuk kepentingan pertambangan perak sebelum akhirnya direbut bangsa Moor ketika mereka memerintah Andalusia dari sekitar abad ke-8 dan ke-15.

Rumah gua ini dikenal sebagai trogloditas oleh masyarakat lokal dan sudah dihuni sejak ratusan tahun lalu (BBC)
Selama memerintah, bangsa Moor membangun Guadix Alcazaba, sebuah benteng megah pada abad ke-11. Sejumlah gua tertua di tempat itu pun diyakini telah didirikan selama periode awal pemerintahan mereka.

Sewaktu dikuasai bangsa Moor, Guardix adalah kota perdagangan penting. Ini karena letaknya di antara Granada, Istana Alhambra, dan laut lepas. Dan ketika kerajaan Katolik menguasai Andalusia dan merebut Granada pada 1492, bangsa Moor banyak yang mengungsi dan melarikan diri ke Guadix dan pegunungan sekitar.

Ada lebih banyak orang yang melarikan diri ke Guadix pada era 1568-1571 selama Perang Alpujarras. Dan ketika mereka tiba di sana, bangsa Moor memutuskan membangun rumah di bawah tanah demi menghindari panas.

Berbeda dengan gua-gua natural pada umumnya, yang ada di Guadix benar-benar seperti terpahatkan di bumi. Setidaknya terdapat 2.000 gua hunian di kota itu, menjadikannya yang terbesar di seluruh Eropa.

Hingga beberapa dekade lalu, rumah gua Guadix dipandang sebagai rumah bagi masyarakat miskin. Namun kini hunian itu sangat populer menjadi daya tarik wisata beberapa di antaranya bahkan dijadikan restoran dan hotel.

Selain di Guardix, rumah-rumah gua juga terdapat di Baza dan Huescar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *