Photo Credits: bp.blogspot.com

Sama-Sama Mengenyangkan, Nasi atau Mi Instan Lebih Cepat Bikin Gemuk yang Mana, Ya?

Posted on

Nasi dan mi instan, keduanya adalah makanan yang menjadi solusi cepat di kala lapar melanda. Selain sama-sama mengenyangkan, nasi dan mi instan juga merupakan sumber karbohidrat yang dibutuhkan tubuh. Meski tergolong karbohidrat olahan, kenyataannya nasi dan mi instanlah yang selama ini banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia khususnya. Nasi sebagai makanan pokok dan mi instan sebagai pengganti makan berat selain nasi.

Photo Credits: http://webislami.com
Photo Credits: http://webislami.com

Di samping manfaat yang bisa didapatkan dari nasi maupun mi instan, banyak orang yang mengeluhkan masalah kegemukan yang juga bisa disebabkan karena kedua makanan ini. Betul, dibalik mengenyangkannya mengonsumsi nasi atau mi instan, terdapat banyak kalori yang tentu saja bisa membuat badan melar tanpa kita sadari.

Sebenarnya, di antara kedua makanan ini, manakah yang lebih cepat membuat gemuk, nasi atau mi instan?

Setelah dibandingkan, ternyata kalori mi instan lebih tinggi dibandingkan kalori nasi putih (dengan berat yang sama). Begini penjelasannya…

Photo Credits: bp.blogspot.com
Photo Credits: bp.blogspot.com

Beberapa orang kerap mengonsumsi mi instan saat kelaparan pada malam hari. Mereka beranggapan, mi instan memiliki kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi. Sehingga akan lebih baik bagi mereka untuk menghindari konsumsi nasi pada malam hari untuk menjaga berat badan, kemudian menggantinya dengan mi instan.

Daripada menerka-nerka, alangkah baiknya kita ketahui perbandingan kalori atau takaran energi dari nasi dan mi instan dengan berat yang sama, yuk!

Jika dilihat di informasi nilai gizi yang tertera pada mi instan, satu kemasan mi instan memiliki berat bersih sekitar 70 gram dan mengandung setidaknya 370 kalori. Sedangkan dengan berat yang sama, nasi putih hanya memiliki 91 kalori.

Berdasarkan perhitungan di atas, mi instan memiliki kadar kalori yang jauh lebih tinggi daripada nasi, yakni hampir lebih dari tiga kali lipatnya. Berarti, mi instan akan lebih mudah membuat tubuh kita menjadi gemuk jika dibandingkan dengan nasi putih.

Selain kandungan kalori yang tinggi, mi instan umumnya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi juga. Apalagi bumbu MSG-nya itu, lho. Ngeri!

Photo Credits: hipwee.com
Photo Credits: hipwee.com

Mi instan sering disebut sebagai makanan nggak sehat karena kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi, namun rendah protein, serat, vitamin, dan mineral. Selain itu, mi instan yang disajikan dengan kaldu yang instan pula, biasanya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi.

Satu kemasan mi instan tercatat mengandung sekitar 2.700 mg sodium, padahal asupan sodium yang disarankan per hari nggak lebih dari 2.000-2.400 mg (setara 5-6 gram garam).

Padahal kelebihan asupan sodium, termasuk yang terkandung dalam mi instan, memiliki risiko bagi kesehatan tubuh. Salah satunya dapat memperberat kerja ginjal. Selain itu, sodium yang menumpuk dalam tubuh diperkirakan juga dapat memicu tekanan darah tinggi, stroke, dan gagal jantung.

Belum lagi penggunaan MSG (Monosodium Glutamate) yang berfungsi meningkatkan rasa mi instan menjadi lebih asin, manis, atau asam. Konsumsi MSG yang berlebihan dapat memicu reaksi alergi dengan gejala rasa sakit pada dada, berkeringat, jantung berdebar, dan sakit kepala.

Halaman=> 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *