Horor! Pedagang Jual Minuman dari Air Bekas Cucian Kakinya

Posted on

Horor sekaligus menjijikkan, ada-ada saja kelakuan aneh para pedagang agar dagangannya laris terjual seperti yang dilakukan oleh pedagang wanita ini yang jual minuman dari bekas cucian kakinya. Entah maksud terselubung apa yang dilakukannya, apakah hanya sekedar iseng ataukah ini pesugihan warung model baru?

Yups mitos mengatakan dengan menjalankan ritual kotor bisa membuat dagangan laris manis terjual. Itu kata orang-orang tua jaman baheula alias tempo doloe, kata mereka nanti dagangannya dijilat sama jin peludah, sehingga makanan yang sudah diludahi rasanya menjadi sangat lezat. Para pembeli yang sudah menyantapnya dibikin kesengsem berat, besoknya mau balik mau balikk teruss makan diwarung tersebut.

Ok udah dulu ngalar ngidulnya, kembali ke cerita aksi pedagang celupkan kaki di ember cucian, kemudian airnya disajikan untuk campuran Minuman pembeli. Anehnya saat pedagang wanita ini melakukan aksinya, banyak orang yang lalu lalang di sekitarnya. Dia melakukan dengan sangat cuek, tidak ditutup-tutupi, seolah tidak takut ketahuan sama para pembeli yang persis duduk di depannya. Beberapa menit kemudian, taraaaa…”Minuman Bekas Cuci Kaki” sudah siap disajikan….wahhh segarnya ..glegek..glegek ahhh.

Baca Juga: Pedagang Lontong Sayur ini Minta Dibayar Pakai Doa Tiap Jumat

Video berdurasi selama 1 menit ini sebenarnya sudah lama beredar dan bukan terjadi di Indonesia melainkan di Thailand. Tidak diketahui juga siapa orang yang pertama kali merekam kemudian mengupload di Facebook, karena di facebook sendiri video ini sudah banyak yang dihapus karna terlalu menjijikkan.

Tapi lagi-lagi terus diupload ulang dan bermunculan video yang baru di FB maupun Youtube. Btw sebelum video air bekas cucian kaki ini beredar, sempat ada juga video tukang duren yang meludahi setiap duren dagangannya, gak percaya?? Ini videonya, silahkan dihayati pelan-pelan cuy 😀

Sumber: kejadiananeh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *