Terombang-ambing, Begini Nasib Warga Muslim di Negara yang Mataharinya Tak Pernah Tenggelam

Posted on
Umat Islam di Indonesia wajib bersyukur.

Di bulan suci yang mengharuskan semua umat Islam berpuasa ketika matahari terlihat di langit, penganut agama Islam di Indonesia hanya perlu menahan lapar dan haus selama 13 hingga 14 jam.

Namun, bagaimana dengan umat Islam di Finlandia dan Swedia?

Terletak di lingkaran Arktik, negara-negara ini diselimuti dengan kegelapan total di musim dingin dan selalu terang di musim panas.

Di Finlandia, satu keluarga yang berasal dari Bangladesh menuturkan bagaimana mereka berpuasa di negara yang mataharinya hanya terbenam selama 55 menit.

“Puasa dimulai pada pukul 1.35 pagi dan selesai pada pukul 00:48 pagi. Jadi puasa berlangsung selama 23 jam dan lima menit. Teman-teman dan keluarga kami di Bangladesh tidak percaya bahwa kita bisa berpuasa selama lebih dari 20 jam,” ujarnya, seperti yang dikutip dari Independent 26 Mei

Namun, tentunya berpuasa lebih dari 18 jam sangat berat untuk dilakukan.

Dr Badul Mannan, Imam lokal dan presiden Islam Society of Northern Finland, berkata ada dua pemikiran mengenai puasa di negara yang harinya lebih dari 18 jam.

Dilansir dari BBC 18 Agustus, Dr Mannan mengatakan, cendekiawan Mesir berkata jika satu hari begitu panjang atau lebih dari 18 jam, maka traveler bisa mengikuti waktu di Mekkah atau Madinah, atau negara Muslim terdekat.

Pemikiran inilah yang paling umum diikuti oleh mayoritas umat Muslim di Finlandia.

Halaman=> 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *