Photo Credits: bp.blogspot.com

Jual Bawang Sambil Mengaji, Nenek Ini Bikin Haru Netizen

Posted on

Walaupun sudah berusia 90 tahun, Rokhani, seorang nenek yang sudah berusia senja tidak pernah absen mengaji. Setiap hari dia melafadzkan firman – firman-Nya serta kitab fiqih bahasa Arab semabri menjalankan aktivitasnya dalam berjualan bawang lanang.

Photo Credits: bp.blogspot.com
Photo Credits: bp.blogspot.com

Belajar dan beribadah tidak mengenal usia. Kalimat itu yang tampaknya ingin ditunjukkan oleh Rokhani, nenek 90 tahun asal Ganten Lama, Magelang, Jawa Tengah.

Nenek Rokhani setiap hari berjualan bawang putih tunggal atau kerap disebut bawang lanang di emperan toko. Dia mulai berjualan mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.30 WIB.

Mungkin, Rokhani tidak berbeda dengan pedagang kebanyakan. Tetapi, ada satu kebiasaan unik yang kerap dia lakukan di sela menunggu dagangannya. Membaca kitab fikih berbahasa Arab.

Seorang pengguna Facebook, Mameth Hidayat sempat mengabadikan aktivitas Rokhani saat berjualan. Dia lalu mengunggah foto Rokhani di akun miliknya.

” Dulu beliau berjualan di Pasar Rejowinangun. Akan tetapi setelah Pasar Rejowinangun kebakaran beliau berjualan di emperan toko oleh-oleh Endang Jaya Magelang,” tulis Mameth.

Photo Credits: bp.blogspot.com
Photo Credits: bp.blogspot.com

Mameth mengatakan membaca kitab sembari menunggu pembeli sudah menjadi kebiasaan Rokhani. Jika mendengar azan, Rokhani bergegas sholat di masjid terdekat dari lokasinya berjualan.

Rokhani memang dikenal sebagai sosok yang rajin ibadah. Pagi hari sebelum berjualan, Rokhani mengaji Alquran. Ketika di tempat jualan, dia baru membaca kitab fikih.

” Beliau tinggal di Ganten sendirian, pernah diajak anaknya untuk tinggal bersamanya, akan tetapi beliau tidak mau,” tulis Mameth.

Rokhani tinggal di sebuah rumah kecil tidak jauh dari Masjid. Rumah itu hanya memiliki satu lampu yang digunakan untuk kebutuhan membaca Alquran.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Rokhani merasa cukup mengandalkan hasil dagangannya. Setiap hari dia menghabiskan uang untuk membeli sayuran.

Sempat dia mengelus sakit punggung. Ini mungkin disebabkan beban dagangan yang harus dia gendong. Meski begitu, Rokhani memilih untuk tidak menyerah dan mengabdikan diri beribadah sepenuhnya kepada Allah SWT. (Ism)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *