Ilustrasi - Photo Credits: tempo.co.id

Geng Motor Rampok Dagang Bakso

Posted on

Belakangan geng motor yang sering mangkal di Denpasar telah diusik oleh aparat. Sayangnya geng motor tersebut bergeser ke daerah Kuta Selatan. Pada Minggu (13/11), mereka beraksi di Jalan Darmawangsa, Kuta Selatan dan merampok pedagang bakso keliling, Ismail (36). Terkait kasus itu, aparta kepolisian menangkap tujuh pelaku, dua di antaranya wanita. Para pelaku tersebut berstatus putus sekolah, pelajar SMP dan SMA.

Ilustrasi - Photo Credits: tempo.co.id
Ilustrasi – Photo Credits: tempo.co.id

Informasi diperoleh Selasa (15/11), geng motor beraksi 02.00 Wita. Mereka mengendarai empat sepeda motor lalu menghadang korban. Salah satu pelaku memalak korban dengan alasan untuk beli bensin dan miras. Korban tidak berani menolak karena takut dan menyerahkan uang Rp 50 ribu.
Bukannya berterima kasih, mereka menolak uang itu karena sedikit. Anggota geng motor itu naik pitam dan langsung mengeroyok korban menggunakan kayu.

“Saat korban tidak berdaya, pelaku mengambil tas pinggang korban berisi uang Rp 4 juta, HP dan surat-surat penting. Setelah itu, pelaku langsung kabur dan korban teriak minta tolong,” kata sumber.

Warga yang mendengar terikan korban, langsung mengejar geng motor brutal itu. Diduga karena panik dikejar massa, dua jatuh bersama motonya dan langsung ditangkap warga. Massa yang geram ulah mereka itu sempat mengajar pelaku. Untung polisi cepat tiba di TKP dan langsung mengamankan kedua pelaku itu.

Baca Juga: Geng Motor Berulah di Cipayung, Rusak Spanduk Lalu Bacok Pelajar Hingga Tewas

Kasus itu langsung dikembangkan berdasarkan keterangan kedua tersangka tersebut. Hingga Selasa (15/11), jumlah tersangka yang ditangkap tujuh orang.

“Dua orang ditangkap di TKP, lima pelaku dibekuk hari ini (kemarin-red) di Jalan Ahmad Yani, Denpasar pukul 14.00 Wita,” ujar sumber yang enggan disebut identitasnya ini.

Tersangka yang ditangkap itu berinisial CJS (16) status pelajar SMP, FNA (15) status pelajar SMA, PPP (17) putus sekolah dan NS (16) putus sekolah. Polisi juga menangkap dua wanita, KARD (16) dan YA (16), mereka putus sekolah asal Denpasar.

“Satu lagi perempuan masih buron,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, didampingi Kapolsek Kuta Selatan Kompol Wayan Latra mengatakan, kasus tersebut masih dikembangkan. “Masih dikembangkan lagi. Upaya antisipasi sudah kami lakukan dengan patroli gabungan,” ujar Kapolresta.(kertanegara/balipost)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *