vemale.com

Dagang Siomay di Jakarta, Bisa Bangun Rumah di Kampung Halaman

Posted on

Sebagai manusia, kita tidak boleh meremehkan atau memandang sebelah mata kepada siapapun. Yang tampak biasa saja ternyata menyimpan sesuatu yang istimewa. Sosok yang terlihat sederhana pun bisa mempunyai kisah hidup yang luar biasa. Sama halnya dengan kisah seorang bapak penjual batagor dan siomay yang berinisial S ini.

vemale.com
vemale.com

Saat melewati kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kita bisa dengan mudah menjumpai gerobak seorang pedagang siomay dan batagor Garsela. Sang pedagang, Bapak S terlihat masih kuat dan semangat terlepas dari usianya yang sudah tidak muda lagi. Berdagang siomay dan batagor menjadi sumber mata pencaharian Bapak S untuk bisa mencukupi kebutuhan seluruh keluarga. Dan ada kisah yang begitu menarik dari perjalanan dan perjuangannya berdagang sampai saat ini.

Baca Juga: Pedagang Roti Bakar Ini Tidak Bisa Mendengar dan Bicara, Ini Caranya Berjualan

Bapak S sudah berjualan siomay dan batagor sejak tahun 1982. Dengan gerobak, ia menjajakan dagangannya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Petugas Satpol PP yang selalu melarangnya berjualan di trotoar membuatnya harus selalu memutar otak untuk bisa tetap bertahan berjualan.

“Dagang mulai jam 9 pagi tapi nggak bisa sampai sore di satu tempat apalagi kalau diem di trotoar jalan soalnya takut gerobak diambil Satpol PP katanya, ‘Ini jalanan kan bukan punya Bapak’,” ujarnya.

Halaman=> 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *