Bukannya Malas, Perempuan Memang Harus Banyak Tidur Karena Otaknya Bekerja Keras

Posted on

Membereskan dan merapikan rumah sambil menyiapkan sarapan, menjawab telepon sambil menata furniture rumah, mengurus anak sambil makan siang bahkan tak sempat sarapan. Ya, multitasking adalah bakat luar biasa dari kaum hawa yang sayangnya, selalu mengakibatkan stress dan kelelahan yang luar biasa.

Photo Credits: fimela.com
Photo Credits: fimela.com

Pertanyaannya, berapa lama perempuan harus tidur agar tetap sehat, bersemangat, dan produktif? Logikanya begini, semakin banyak kamu menggunakan otak pada siang hari, maka semakin banyak waktu yang kamu butuhkan untuk tidur di malam harinya.

Kebanyakan perempuan selalu kurang tidur

Photo Credits: http://hanasuva.com
Photo Credits: http://hanasuva.com

Dan karena rata-rata perempuan selalu bekerja dengan cara yang lebih kompleks ketimbang laki-laki, mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk tidur. Orang dewasa rata-rata membutuhkan 6-8 jam untuk tidur agar bisa memulihkan kondisi tubuh dari kelelahan siang harinya. Padahal faktanya, perempuan tidak pernah tidur selama itu, apalagi bagi mereka yang sedang mempunyai balita.

Lebih mudah terbangun saat tidur

Photo Credits: vemale.com
Photo Credits: vemale.com

Hal itu lebih berdampak buruk pada kesehatan perempuan ketimbang laki-laki. Seperti masalah jantung, diabetes, depresi, stress, atau kecemasan. Ketika hal itu terjadi, mimpi para perempuan di malam hari cenderung lebih ringan dan sensitif terhadap suara bernada tinggi sehingga mudah terbangun.

20 menit ekstra

Photo Credits: www.deherba.com
Photo Credits: www.deherba.com

Solusinya bagaimana? Menambah jam tidur sekurang-kurangnya 20 menit (dari waktu tidur normal 6-8 jam) setiap hari sangat membantu untuk memastikan para perempuan tetap ceria dengan pekerjaan multitasking mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *