Ratusan Preman Gahar di Daerah Ini ‘Mengepung’ Masjid untuk Dibersihkan, Luar Biasa!

Posted on

Bicara tentang preman, yang ada di otak kita pasti adalah kesan gahar, dan tidak punya belas kasihan. Memang para preman ini terkenal sebagai pembuat onar di masyarakat jadi bukan hal aneh kalau stigma tersebut melekat pada mereka. Mulai dari pemalakan, curanmor dan berbagai jenis kejahatan jalanan pernah mereka lakukan.

Tetapi pemandangan berbeda bakal kita lihat di ramadhan tahun ini. Pasalnya para preman di Purwakarta siap terjun ke jalan demi membersihkan masjid dan mushola yang ada di sekitar. Awalnya mungkin merasa takut, namun lama-kelamaan para warga juga ikut berbondong-bondong membantu para preman. Bagaimana ratusan preman itu tiba-tiba insyaf? Simak ulasan berikut.

Ratusan preman ‘mengepung’ masjid

Preman masuk masjid, mendengar itu tentu kita bakal begidik. Takutnya mereka melakukan hal-hal nggak baik. Namun di Purwakarta, hal itu merupakan pemandangan yang akan selalu ditemukan saat bulan ramadhan. Tapi, ratusan preman ini dengan senjata tajamnya bukan ingin memalak atau menodong, melainkan ingin membabat rumput liar yang tumbuh di sekitar masjid.

Mengepung masjid 

Ya, pada preman ini tidak datang untuk menebar ketakutan di sekitar warga, mereka justru datang untung membantu membersihkan masjid dan mushallah. Kurang lebih ada ratusan preman yang ikut dalam kegiatan ini, dan semuanya bakal berkeliling Purwakarta untuk membersihkan tempat ibadah yang ada di kota tersebut.

Datang atas undangan kang Dedi

Ternyata itu semua juga berkat inisiatif dar kang Dedi selaku bupati Purwakarta. Beliau mengaku sangat terkejut lantaran banyaknya jumlah preman yang ikut dalam kegiatan tersebut. Awalnya kang Dedi membayangkan mungkin hanya akan ada puluhan preman saja yang bakal kerja bakti massal, ternyata sampai pada angka ratusan. Uniknya, kang Dedi mengomandoi langsung para preman ini dalam melakukan kerja baktinya di desa-desa.

Kang Dedi 

Beliau berharap dengan adanya bantuan dari para preman ini dapat lebih menghilangkan citra sangar dari jawara-jawara tersebut. Kang Dedi membuktikan meskipun mereka adalah orang sangar dan bertato, bukan berarti bahwa para preman ini tidak memiliki rasa kepedulian pada lingkungan sekitar.

Baca Juga: Kisah Mantan Preman Semangat Belajar Iqro

Warga juga ikut bergotong royong

Halaman=> 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *