Pulau Terpadat di Dunia Ternyata Ada di Indonesia Loh, Bukan Jawa Apalagi Bali

Posted on

Indonesia memang termasuk negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi bila dibanding negara lain. Hal itu tidak lain disebabkan oleh luasnya wilayah negara kita yang juga terdiri dari banyak sekali pulau. Malahan hampir semua pulau yang kita miliki itu dihuni oleh suku-suku tertentu, jadi wajar saja bila total jumlah penduduk Indonesia tergolong sangat banyak dan padat. Tahukah kalian bahwa ada satu fakta mencengangkan yang mengatakan bahwa Indonesia memiliki satu pulau dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di dunia.

Selama ini mungkin banyak dari kita yag mengira cukuplah Jepang atau Cina saja yang padat. Tapi ternyata tempat tersebut ada di Indonesia tepatnya di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa – Nusa Tenggara Barat.

Pulau kecil ini sudah tidak punya garis pantai

Meskipun letaknya masih mengikuti wilayah Sumbawa, namun kita perlu waktu selama kurang lebih 10 hingga 90 menit untuk sampai di Bungin dari Sumbawa. Kita bisa mencoba transportasi darat maupun laut dengan menggunakan perahu motor. Saking padatnya pulau cantik ini, kita sudah tidak lagi bisa melihat garis pantai yang telah tertutupi rumah-rumah warga. Pulau ini ternyata memiliki luas sekitar 8,5 hektar yang sudah dipenuhi oleh kurang lebih 3400 warga.

Pulau Bungin 

Pantas saja bila kita lihat penampakannya dari atas, hanya ada barisan rumah-rumah saja yang bisa diamati. Menurut penuturan orang-orang yang pernah menginjakkan kaki di sini, lahan kosong Bungin hanya bisa ditemukan di sekolah dasar sebagai tempat bermain.

Baca Juga: Padatnya Lalu Lintas Jakarta, Belum Apa-Apa Dibanding Taiwan

Untuk jalanan di pulau pun di sini hanya selebar 1,25 meter. Tidak bisa dibayangkan bila jumlah penduduk di sana semakin bertambah mungkin kita sudah tidak bisa melihat jalan-jalannya lagi ya.

Penduduk Bungin tidak mengenal apa itu merantau

Tidak heran bila semakin lama makin banyak juga rumah-rumah yang dibangun di daerah ini. Hal demikian disebabkan memang penduduk Pulau Bungin hampir tidak ada yang meninggalkan tanah kelahirannya ini. Masyarakat bercerita bahwa penduduk asli pulau ini merasa tidak cocok bila harus tinggal di daerah lain. Meskipun memang sempat ada beberapa orang yang mencoba merantau sekedar bekerja atau menikah dengan warga seberang, tapi akhir-akhirnya akan kembali ke Bungin juga.

Penduduk Bungin 

Konon menurut mereka setiap ada penduduk Bungin mencoba tinggal di tempat baru, orang tersebut akan menjadi sakit-sakitan. Penyakit itu baru sembuh ketika mereka kembali ke pulau kelahiran mereka. Dan otomatis saat kembali ke Bungin, mereka akan kembali membangun rumah di sana dan hidup dengan keluarga baru. Bisa dibayangkan dong bila ini terjadi terus menerus maka hasilnya adalah kepadatan penduduk seperti sekarang ini.

Halaman=> 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *