Kisah Tunduknya Para Berandalan & Preman Pada Kiyai As’ad

Posted on

Peristiwa menegangkan menimpa Ustadz Solmed ketika akan  mengisi acara di Cilegon. Karena salah paham, dia nyaris diamuk massa yang kesal menunggunya.

Yang lebih ekstrem lagi ada preman yang membawa senjata tajam. Berkoar hendak menghabisi Solmed.

Photo Credits: skyberita.com
Photo Credits: skyberita.com

Soal preman, ada kisah menarik dari KH As’ad Syamsul Arifin. Dia ulama yang sangat kharismatik. Preman paling jahat saja sangat hormat pada sosoknya.

Saat Belanda coba mengusik kembali Kemerdekaan Indonesia, Kiai As’ad langsung angkat senjata. Dia memimpin Laskar Sabilillah dan Laskar Hizbullah untuk melawan Belanda.

Kiai As’ad juga mengumpulkan para penjahat, preman dan berandalan di daerah Tapal Kuda. Dia menyatukan semua bandit dan jawara di wilayah Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang dan Pasuruan untuk memerangi penjajah.

“Barisan bandit ini kemudian dihimpung dengan satu nama: Barisan Pelopor. Mereka gemar berpakaian serba hitam. Senjatanya clurit, rotan dan keris,” demikian ditulis Munawir Aziz dalam Buku Pahlawan Santri, Tulang Punggung Pergerakan Nasional.

Peluncuran buku ini digelar di Jakarta, Sabtu (7/5) lalu.

Halaman=> 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *