Yang Jarang Pamer Di Media Sosial, Justru Hidupnya Lebih Sukses dan Bahagia. Ini 6 Penjelasannya!

Posted on

Mungkin bagi beberapa dari kalian menganggap media sosial seperti buku diari. Apa pun yang tengah dirasa dan alami tak sungkan untuk dibagi di laman media sosialmu. Seperti sudah menjadi sesuatu yang lazim ketika pencapaian dan kemesraan dengan pasangan dikabarkan di media sosial. Bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan memang. Tapi, akan berubah menjadi sesuatu yang menyebalkan saat kamu coba memposisikan diri sebagai orang lain yang melihat postingan itu. Bayangkan, ketika kamu membuka lini masamu, tiba-tiba dipenuhi dengan postingan orang lain yang bernada pamer pencapaian atau umbar kemesraan dengan pasangan. Sontak, kamu akan menggerutu dengan bilang iuh.. Atau apaan sih.

Photo Credits: hipwee.com
Photo Credits: hipwee.com

Di tengah banyaknya orang yang hobi memposting sesuatu bernada pamer yang menyebalkan tersebut, nyatanya masih ada segelintir orang yang memilih untuk memposting sesuatu yang bermanfaat di media sosial. Mereka yang enggan untuk pamer di lini masa. Namun, meski terkesan jarang berbagi pencapaian atau kebersamaan dengan pasangan, bukan berarti mereka tak punya prestasi atau kebahagiaan yang bisa dibagi. Di balik heningnya lini masa mereka, sebenarnya mereka punya kehidupan yang lebih sukses dan bahagia daripada mereka yang berisik di media sosial.

1. Jarang memposting pencapaian di media sosial bukan berarti mereka pribadi yang tertutup. Justru bagi mereka pencapaian cukup dirayakan oleh orang-orang tersayang

Photo Credits: pulsk.com
Photo Credits: pulsk.com

Di tengah banyaknya orang yang narsis, nyatanya masih ada segelintir orang yang enggan pamer di lini masa mereka. Bagi mereka, segala pencapaian cukup dibagi pada orang-orang terdekat. Momen yang membahagiakan pun tak melulu harus diposting di lini masa mereka. Prestasi atau kebersamaan dengan teman dan pasangan tak harus setiap waktu di posting ke lini masa mereka. Tapi, foto mereka sendiri sering muncul di instagram teman-teman mereka, meski mereka tidak mempostingnya. Meski terkesan tertutup, nyatanya dibalik itu mereka punya kehidupan yang bahagia dan punya banyak teman.

2. Pun postingan saat mereka traveling jauh dari kesan pamer tapi lebih informatif. Bahkan muka sendiri seringkali tak pernah nampang

Photo Credits: brightside.me
Photo Credits: brightside.me

Di zaman yang serba digital ini, banyak orang yang ketagihan untuk memposting apa pun ke media sosial mereka. Termasuk kegiatan traveling mereka. Tak masalah memang, karena itu menjadi hal siapa saja. Namun, berubah menjadi sesuatu yang menyebalkan manakala postingan foto traveling tersebut disertai dengan caption yang bernada pamer seperti

Ke Bali dulu nih buang-buang duit gajian. Bermalam dulu nih di hotel bintang lima.

Foto yang mereka unggah di lini masa milik mereka seringnya disertai dengan caption yang jauh dari kesan pamer. Bahkan seringnya, wajah mereka tak pernah kelihatan di sejumlah foto yang mereka posting. Karena bagi mereka traveling adalah momen untuk menyegarkan pikiran dan bukan untuk dipamerkan.

Halaman=> 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *